Ulasan Dalil Puasa Arafah Dan Rukunnya Secara Lengkap

Puasa ArafahUlasan Dalil Puasa Arafah Dan Rukunnya Secara Lengkap – Selain puasa wajib pada bulan Ramadhan, umat Islam juga menjalankan banyak puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, yang dilakukan pada hari Senin dan Kamis, puasa Syawal yang dilakukan 6 hari pada bulan Syawal, atau puasa Dawud yaitu puasa berselang seling, sehari berpuasa dan esoknya tidak berpuasa.

Ada juga puasa Sunnah yang dinamai Puasa Arafah yaitu puasa pada hari ke 9 bulan Dzulhijjah. Puasa ini dikhususkan bagi umat Islam yang tidak ikut menunaikan ibadah haji. Puasa Arafah agak berbeda dengan puasa lain yang waktunya sudah bisa dipastikan. Puasa Arafah dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan wukuf di Mekkah. Puasa ini sangat dianjurkan oleh Islam, karena punya keutamaan yang istimewa, seperti sabda Rasulullah bahwa “ Puasa Arafah menghilangkan kesalahan tahun lalu dan tahun sesudahnya”.Puasa Arafah

Ada beberapa umat muslim yang dibingungkan dengan penentuan hari Puasa Arafah, karena saat wukuf di Mekkah tidak selalu jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah di Indonesia. Lalu bagaimana solusinya?. Apabila kita kesulitan untuk menentukan kapan jatuhnya hari Puasa Arafah, maka hilal lokal lah yang jadi patokannya. Namun, ada yang berpendapat, hilal internasional yang harusnya dijadikan pegangan. Banyak perdebatan akan hal ini, tapi kesimpulan akhirnya, memang hilal di negara kita tinggal adalah yang sahih.

Puasa Arafah hukumnya Sunnah Muakkad atau sangat dianjurkan untuk dilakukan. Puasa Arafah juga punya keutamaan lain sesuai hadits Nabi Muhammad SAW bahwa, “ Tidak ada hari dimana Allah mengampuni banyak hambaNya dari neraka kecuali di hari Arafah”. Amr Bin Syu’aib yang merupakan kakek buyut Nabi Muhammad SAW bahkan mengatakan,” Sebaik baik doa adalah pada hari Arafah”.

Ada yang menambah Puasa Arafah, dengan berpuasa sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puasa itu disebut puasa Tarwiyah. Namun, menurut hadits, tidak ada keharusan untuk melakukan puasa sehari sebelum Puasa Arafah. Ada perdebatan juga di sini tentang perlu tidaknya melakukan puasa Tarwiyah.

Ada yang mengatakan boleh saja, tapi ada yang menyebut tidak boleh sama sekali. Beruntung, ada hadits Nabi yang bisa menengahi perdebatan tersebut yaitu dari riwayat Ibnu Abbas, “ Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah”.

Bacalah :

Pusat Data Bisnis Indonesia

Ucapan Selamat Ulang Tahun

Begitulah sekilas bahasan mengenai Puasa Arafah, semoga anda semakin lebih tahu dan bermanfaat .

Ulasan Dalil Puasa Arafah Dan Rukunnya Secara Lengkap | Mas Malindo | 4.5
[ CLOSE ]